Welcome

Rabu, 14 Desember 2011

Insert Function 2


  1. Financials
·         DB(cost,salvage,life,period,month)
Fungsi tersebut digunakan untuk menghitung besar nilai depresiasi (penurunan harga) yang menggunakan system Fixed-Declining dengan cost adalah nilai awal, salvage adalah nilai residu/ sisa, life adalah lama masa penyusutan, period adalah waktu saat perhitungan nilai penyusutan, dan month adalah ada bulan ke berapa nilai penyusutan ini di hitung.
Contoh :
Didik membeli sebuah computer P-IV 1,7 GHz seharga Rp5.000.000,00 dengan umur ekonomis adalah 2 tahun dan mempunyai nilai residu pada tahun ke-2 adalah Rp3.000.000,00. kita dapat menghitung nilai depresiasi pada bulan ke-10 tahun ke-1, yaitu :
=DB(5000000,3000000,2,1,10)
sehingga akan menghasilkan Rp937.500,00

  • DDB(cost,salvage,life,period,factor)
Digunakan untuk menghitung besar nilai depresiasi (penurunan harga) yang menggunakan system Double-Declining dengan cost merupakan nilai awal salvage adalh nilai residu/sisa, life adalah nilai lama masa penyusutan, period adalah waktu saat perhitungan nilai penyusutan.
Contoh :
Didik membeli sebuah computer P-IV 1,7 GHz seharga Rp5.000.000,00 dengan umur ekonomis adalah 2 tahun dan mempunyai nilai residu pada tahun ke-2 adalah Rp3.000.000,00. kita dapat menghitung nilai depresiasi pada bulan ke-10 tahun ke-1, yaitu :
=DDB(5000000,3000000,2,1,10)
sehingga akan menghasilkan Rp2.000.000,00

  • SLN(cost,salvage,life)
Digunakan untuk menghitung besar nilai depresiasi (penurunan harga) yang menggunakan system Straight-Line (garis lurus) dengan cost adalah nilai awal, alvage adalah nilai residu/sisa, life adalah lama penyusutan.
Contoh :
Dididk membeli sebuah komputer P-IV 1,7 GHz seharga Rp5.000.000,00 dngan umur ekonomis adalah 2 tahun dan mempunyai nilai residu pada tahum ke-2 adalah Rp3.000.000,00. kita dapat menghitung nilai depresiasinya, yaitu :
=SLN(5000000,3000000,2)
sehingga akan menghasilkan Rp1.000.000,00

  • PMT(rate,nper,pv)
Diggunakan untuk menghitung besar nilai angsuran/cicilan yang harus dibayarkan atas suatu pinjaman, rate adalah besar suku bunga (ditulis persen), nper adalah lama waktu pinjaman dan pv adalah besar nilai pinjaman.
Contoh :
Didik membeli sebuah computer P-IV 1,7 GHz seharga Rp5.000.000,00 dengan lama waktu angsuran adalah 2 tahun dan suku bungan pinjama sebsar 19,5%. Kita dapat menghitung nilai angsuran yang harus dibayarkan tiap tahunnya, yaitu :
=PMT(19,5%,2,5000000)
sehingga akan menghasilkan Rp3.252.904,33.

  • FV(rate,nper,pmt,pv,type)
Digunakan untuk menghitung besar nilai di masa depan.
Contoh :
Mashadi menyimpan uang Rp2.000.000,00 dan secara teratur menembahkan uang sebanyak Rp150.000,00 tiap bulan selama 4 tahun (48bulan). Bunga yang diberikan oleh bank adalah 15% per tahun. Uang Mashadi di akhir tahun ke-4 adalah :
=FV(15%/12,48,150000,2000000,1)
sehingga hasilnya adalah Rp13.537.217,17

  • NPER(rate,pmt,pv)
Digunakan untuk menghitung besar periode pembayaran.
Contoh :
Mashadi meminjam uang Rp2.000.000,00 di bank, bunganya 18% per tahun. Mashadi hanya mampu membayar Rp150.000,00 per bulan. Berapa bula Mashadi harud membayar kepada Bank sehingga hutang berikut bunganya lunas?
=NPE(18%/12,150000,2000000)
sehingga hasilnya adalah 12 bulan.

  • PV(rate,nper,pmt)
Digunakan untuk menghitung besar nilai saat ini.
Contoh :
Mashadi merencanakan menyisihkan sebagian dari gaji bulanannya sebesar Rp350.000,00 dan akan di pakai untuk mengkredit sepeda motor baru selama 4 tahun. Jika bunga pinjaman 18% pertahun, berapa batas harga motor baru yang dapat dibelinya?
=PV(18%/12,48,350000)
sehingga hasilnya adalah Rp11.914.893,70.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar